Pusat informasi resmi terkait prosedur layanan, regulasi perpustakaan, jadwal operasional, dan pemberitahuan penting lainnya guna menjamin kelancaran akses bagi seluruh pemustaka.

WAJO – Kegiatan Gempur Pustaka menjadi salah satu rangkaian kegiatan unggulan dalam Festival Literasi Kabupaten Wajo Tahun 2026 yang mengusung tema “Literasi Berbudaya, Wajo Maradeka”, dengan subtema “Membaca, Berkarya, Berbudaya, Menuju Wajo yang Maju, Bermartabat dan Berkeadilan.” Kegiatan ini berlangsung pada 15–21 Oktober 2026, bertempat di Lapangan Merdeka Sengkang dan Halaman Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Wajo.

Gempur Pustaka menghadirkan rombongan mobil perpustakaan keliling dari berbagai daerah sebagai bentuk nyata kolaborasi dalam memperluas akses layanan informasi dan meningkatkan minat baca masyarakat. Rombongan perpustakaan keliling bergerak dari kota dan Perguruan tinggi Terhitung 24 Partisipan masing-masing menuju Kabupaten Wajo untuk berpartisipasi dalam kegiatan literasi yang melibatkan berbagai unsur perpustakaan.

Turut ambil bagian dalam kegiatan ini rombongan Dinas Perpustakaan Kota Makassar serta mobil perpustakaan dari sejumlah perguruan tinggi di Makassar, di antaranya Perpustakaan Utsman bin Affan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Universitas Negeri Makassar (UNM), dan Universitas Hasanuddin (UNHAS). Kehadiran berbagai institusi tersebut menjadi wujud sinergi antarlembaga dalam mendukung penguatan budaya literasi dan mendekatkan layanan perpustakaan kepada masyarakat.

Perjalanan Literasi dari Makassar Menuju Wajo

Sebelum tiba di Kabupaten Wajo, rombongan Gempur Pustaka dari Makassar terlebih dahulu beristirahat sejenak di Kota Parepare. Dalam kesempatan tersebut, dilaksanakan pula pelantikan pengurus Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Tahun 2026 di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Parepare.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Kabupaten Wajo. Setibanya di Sengkang, seluruh peserta Gempur Pustaka mengikuti kegiatan ramah tamah di kediaman Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Wajo. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, serta memperkuat koordinasi di antara para peserta dari berbagai daerah dan institusi perpustakaan.

Setelah kegiatan ramah tamah, rangkaian acara berlanjut dengan pembukaan Festival Literasi Kabupaten Wajo 2026 yang dipusatkan di Lapangan Merdeka Sengkang.

Festival Literasi Wajo 2026 Resmi Dibuka

Festival Literasi Kabupaten Wajo 2026 resmi dibuka pada Kamis, 15 Oktober 2026. Pembukaan kegiatan dihadiri langsung oleh Bupati Wajo, H. Andi Rosman, bersama Wakil Bupati Wajo, dr. H. Baso Rahmanuddin, yang secara simbolis membuka pelaksanaan festival.

Penyelenggaraan festival ini menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan budaya literasi di Kabupaten Wajo melalui keterlibatan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, perpustakaan, pustakawan, serta masyarakat. Tema yang diangkat menegaskan bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kreativitas, memperkuat nilai-nilai budaya, dan membangun masyarakat yang maju, bermartabat, serta berkeadilan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Muhammad Jufri, M.Si., M.Psi., Psikolog, yang memberikan sambutan pada acara pembukaan. Kehadiran pimpinan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat dukungan terhadap pengembangan budaya literasi dan peningkatan kualitas layanan perpustakaan di daerah.

Parade Mobil Perpustakaan dan Pelayanan Literasi kepada Masyarakat

Memasuki hari kedua, Jumat, 16 Oktober 2026, peserta Gempur Pustaka mengikuti parade mobil perpustakaan yang melintasi wilayah Kota Sengkang, Kabupaten Wajo. Parade ini menjadi salah satu daya tarik kegiatan sekaligus sarana memperkenalkan layanan perpustakaan keliling kepada masyarakat luas.

Pelepasan parade mobil perpustakaan keliling dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo, Ir. Armayani, M.Si., bersama Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Muhammad Jufri, M.Si., M.Psi., Psikolog. Pelepasan ini menjadi simbol dukungan pemerintah daerah dan pemerintah provinsi terhadap penguatan budaya literasi serta perluasan akses layanan perpustakaan bagi masyarakat.

Setelah parade, masing-masing peserta melaksanakan pelayanan perpustakaan pada titik-titik layanan yang telah ditentukan oleh panitia Gempur Pustaka. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat memperoleh kesempatan untuk mengakses bahan bacaan dan mengenal lebih dekat berbagai layanan perpustakaan yang hadir secara langsung di tengah-tengah mereka.

Kehadiran mobil perpustakaan keliling diharapkan mampu menumbuhkan ketertarikan masyarakat terhadap buku, meningkatkan kebiasaan membaca, serta memperluas jangkauan layanan perpustakaan, termasuk bagi masyarakat yang belum memiliki akses mudah terhadap fasilitas perpustakaan permanen.

Partisipasi Perpustakaan Utsman bin Affan UMI Makassar bersama perpustakaan perguruan tinggi dan instansi perpustakaan lainnya menunjukkan pentingnya kerja sama lintas lembaga dalam mengembangkan gerakan literasi yang inklusif dan berkelanjutan.

Memperkuat Kolaborasi untuk Budaya Literasi Berkelanjutan

Kegiatan Gempur Pustaka dalam Festival Literasi Kabupaten Wajo 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan budaya baca masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah daerah, perpustakaan umum, perpustakaan perguruan tinggi, dan para pustakawan merupakan modal penting untuk menghadirkan layanan literasi yang lebih dekat, mudah dijangkau, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui semangat “Literasi Berbudaya, Wajo Maradeka”, Festival Literasi Kabupaten Wajo 2026 menjadi ruang bersama untuk memperkuat gerakan membaca, mendorong lahirnya karya-karya kreatif, serta menanamkan nilai budaya melalui aktivitas literasi.

Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, Gempur Pustaka diharapkan menjadi penggerak dalam membangun masyarakat yang gemar membaca, produktif berkarya, dan menjadikan literasi sebagai bagian penting dari kehidupan sehari-hari demi terwujudnya Wajo yang maju, bermartabat, dan berkeadilan.