WAJO – Kegiatan Gempur Pustaka menjadi salah satu rangkaian kegiatan unggulan dalam Festival Literasi Kabupaten Wajo Tahun 2026 yang mengusung tema “Literasi Berbudaya, Wajo Maradeka”, dengan subtema “Membaca, Berkarya, Berbudaya, Menuju Wajo yang Maju, Bermartabat dan Berkeadilan.” Kegiatan ini berlangsung pada 15–21 Oktober 2026, bertempat di Lapangan Merdeka Sengkang dan Halaman Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Wajo.

Gempur Pustaka menghadirkan rombongan mobil perpustakaan keliling dari berbagai daerah sebagai bentuk nyata kolaborasi dalam memperluas akses layanan informasi dan meningkatkan minat baca masyarakat. Rombongan perpustakaan keliling bergerak dari kota dan Perguruan tinggi Terhitung 24 Partisipan masing-masing menuju Kabupaten Wajo untuk berpartisipasi dalam kegiatan literasi yang melibatkan berbagai unsur perpustakaan.

Turut ambil bagian dalam kegiatan ini rombongan Dinas Perpustakaan Kota Makassar serta mobil perpustakaan dari sejumlah perguruan tinggi di Makassar, di antaranya Perpustakaan Utsman bin Affan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Universitas Negeri Makassar (UNM), dan Universitas Hasanuddin (UNHAS). Kehadiran berbagai institusi tersebut menjadi wujud sinergi antarlembaga dalam mendukung penguatan budaya literasi dan mendekatkan layanan perpustakaan kepada masyarakat.

Perjalanan Literasi dari Makassar Menuju Wajo

Sebelum tiba di Kabupaten Wajo, rombongan Gempur Pustaka dari Makassar terlebih dahulu beristirahat sejenak di Kota Parepare. Dalam kesempatan tersebut, dilaksanakan pula pelantikan pengurus Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Tahun 2026 di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Parepare.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Kabupaten Wajo. Setibanya di Sengkang, seluruh peserta Gempur Pustaka mengikuti kegiatan ramah tamah di kediaman Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Wajo. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, serta memperkuat koordinasi di antara para peserta dari berbagai daerah dan institusi perpustakaan.

Setelah kegiatan ramah tamah, rangkaian acara berlanjut dengan pembukaan Festival Literasi Kabupaten Wajo 2026 yang dipusatkan di Lapangan Merdeka Sengkang.

Festival Literasi Wajo 2026 Resmi Dibuka

Festival Literasi Kabupaten Wajo 2026 resmi dibuka pada Kamis, 15 Oktober 2026. Pembukaan kegiatan dihadiri langsung oleh Bupati Wajo, H. Andi Rosman, bersama Wakil Bupati Wajo, dr. H. Baso Rahmanuddin, yang secara simbolis membuka pelaksanaan festival.

Penyelenggaraan festival ini menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan budaya literasi di Kabupaten Wajo melalui keterlibatan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, perpustakaan, pustakawan, serta masyarakat. Tema yang diangkat menegaskan bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kreativitas, memperkuat nilai-nilai budaya, dan membangun masyarakat yang maju, bermartabat, serta berkeadilan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Muhammad Jufri, M.Si., M.Psi., Psikolog, yang memberikan sambutan pada acara pembukaan. Kehadiran pimpinan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat dukungan terhadap pengembangan budaya literasi dan peningkatan kualitas layanan perpustakaan di daerah.

Parade Mobil Perpustakaan dan Pelayanan Literasi kepada Masyarakat

Memasuki hari kedua, Jumat, 16 Oktober 2026, peserta Gempur Pustaka mengikuti parade mobil perpustakaan yang melintasi wilayah Kota Sengkang, Kabupaten Wajo. Parade ini menjadi salah satu daya tarik kegiatan sekaligus sarana memperkenalkan layanan perpustakaan keliling kepada masyarakat luas.

Pelepasan parade mobil perpustakaan keliling dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo, Ir. Armayani, M.Si., bersama Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Muhammad Jufri, M.Si., M.Psi., Psikolog. Pelepasan ini menjadi simbol dukungan pemerintah daerah dan pemerintah provinsi terhadap penguatan budaya literasi serta perluasan akses layanan perpustakaan bagi masyarakat.

Setelah parade, masing-masing peserta melaksanakan pelayanan perpustakaan pada titik-titik layanan yang telah ditentukan oleh panitia Gempur Pustaka. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat memperoleh kesempatan untuk mengakses bahan bacaan dan mengenal lebih dekat berbagai layanan perpustakaan yang hadir secara langsung di tengah-tengah mereka.

Kehadiran mobil perpustakaan keliling diharapkan mampu menumbuhkan ketertarikan masyarakat terhadap buku, meningkatkan kebiasaan membaca, serta memperluas jangkauan layanan perpustakaan, termasuk bagi masyarakat yang belum memiliki akses mudah terhadap fasilitas perpustakaan permanen.

Partisipasi Perpustakaan Utsman bin Affan UMI Makassar bersama perpustakaan perguruan tinggi dan instansi perpustakaan lainnya menunjukkan pentingnya kerja sama lintas lembaga dalam mengembangkan gerakan literasi yang inklusif dan berkelanjutan.

Memperkuat Kolaborasi untuk Budaya Literasi Berkelanjutan

Kegiatan Gempur Pustaka dalam Festival Literasi Kabupaten Wajo 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan budaya baca masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah daerah, perpustakaan umum, perpustakaan perguruan tinggi, dan para pustakawan merupakan modal penting untuk menghadirkan layanan literasi yang lebih dekat, mudah dijangkau, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui semangat “Literasi Berbudaya, Wajo Maradeka”, Festival Literasi Kabupaten Wajo 2026 menjadi ruang bersama untuk memperkuat gerakan membaca, mendorong lahirnya karya-karya kreatif, serta menanamkan nilai budaya melalui aktivitas literasi.

Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, Gempur Pustaka diharapkan menjadi penggerak dalam membangun masyarakat yang gemar membaca, produktif berkarya, dan menjadikan literasi sebagai bagian penting dari kehidupan sehari-hari demi terwujudnya Wajo yang maju, bermartabat, dan berkeadilan.

Makassar, 29 September 2026 — Perpustakaan Utsman bin Affan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar menyelenggarakan kegiatan “Pelatihan Parafrase dan Anti Plagiarisme di Era AI” pada Selasa, 29 September 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Pertemuan Lantai II Perpustakaan Utsman bin Affan UMI Makassar dan diikuti oleh seluruh operator Turnitin yang berada di lingkungan Universitas Muslim Indonesia.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya Perpustakaan Utsman bin Affan UMI dalam meningkatkan kompetensi dan pemahaman para operator Turnitin terhadap perkembangan teknologi pendeteksi plagiarisme serta penerapan teknik parafrase yang baik dalam mendukung budaya akademik yang berintegritas.

Materi pelatihan disampaikan oleh Dr. Aan Aswari, S.H., M.H., dosen tetap Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia sekaligus Kepala Pusat Jurnal dan Publikasi (PJP) Universitas Muslim Indonesia. Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai administrasi penggunaan aplikasi Turnitin, perkembangan berbagai tools pendeteksi plagiarisme, serta teknik sederhana yang dapat diterapkan untuk melakukan parafrase secara tepat dan efektif.

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang semakin pesat turut menjadi bagian penting dalam pembahasan. Kehadiran berbagai aplikasi berbasis AI memberikan kemudahan dalam proses pengolahan informasi dan penulisan akademik, namun di sisi lain juga menuntut sivitas akademika untuk memiliki pemahaman yang baik mengenai etika akademik, orisinalitas karya ilmiah, serta penggunaan teknologi secara bertanggung jawab.

Melalui pelatihan ini, para operator Turnitin diharapkan tidak hanya mampu menjalankan fungsi administratif dan teknis aplikasi, tetapi juga dapat memberikan pemahaman yang tepat kepada pengguna di lingkungan fakultas masing-masing mengenai pentingnya menghindari plagiarisme dan menerapkan teknik parafrase yang sesuai dengan kaidah penulisan ilmiah.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan pembahasan berbagai aspek yang berkaitan dengan pemeriksaan kemiripan naskah, pengelolaan administrasi Turnitin, perkembangan teknologi pendeteksi plagiarisme, serta praktik parafrase sederhana yang dapat diterapkan dalam penulisan karya ilmiah.

Perpustakaan Utsman bin Affan UMI Makassar berharap kegiatan ini dapat menjadi bagian dari program peningkatan literasi akademik yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Penguatan kompetensi operator Turnitin diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas karya ilmiah sekaligus mendukung terciptanya budaya akademik yang menjunjung tinggi integritas dan orisinalitas di lingkungan Universitas Muslim Indonesia.

Dengan terselenggaranya Pelatihan Parafrase dan Anti Plagiarisme di Era AI, Perpustakaan Utsman bin Affan UMI Makassar berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan edukatif dan pengembangan kompetensi yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan sivitas akademika.

Semoga kegiatan ini dapat terus berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas akademik serta kemajuan Universitas Muslim Indonesia.

Makassar, 5 Agustus 2026 – Perpustakaan Utsman Bin Affan Universitas Muslim Indonesia (UMI) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Jabatan Fungsional Pustakawan sebagai upaya meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kapasitas pustakawan dalam menghadapi transformasi digital serta penguatan pengelolaan perpustakaan di era Artificial Intelligence (AI). Kegiatan yang berlangsung di Aula Pertemuan Lantai II Perpustakaan Utsman Bin Affan UMI ini dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Muslim Indonesia, (Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H.), ,

Dalam laporannya, Kepala Perpustakaan Utsman Bin Affan Universitas Muslim Indonesia (apt. Rachmat Kosman, S.Si., M.Kes.), menyampaikan bahwa penyelenggaraan Bimbingan Teknis Jabatan Fungsional Pustakawan merupakan bagian dari komitmen perpustakaan dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pustakawan agar mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi informasi dan transformasi layanan perpustakaan. Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana penguatan kapasitas sumber daya manusia, peningkatan pemahaman mengenai pengembangan karier jabatan fungsional, serta memperluas jejaring profesional antar pustakawan. Melalui kegiatan ini, pustakawan diharapkan semakin inovatif, adaptif, dan mampu memberikan layanan informasi yang berkualitas dalam mendukung pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi.

Membuka kegiatan tersebut, Rektor Universitas Muslim Indonesia, (Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H.), menegaskan bahwa peningkatan kompetensi pustakawan merupakan bagian penting dari upaya Universitas Muslim Indonesia dalam membangun tata kelola perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing. Menurutnya, pustakawan memiliki peran strategis sebagai mitra sivitas akademika dalam mendukung pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat melalui pengelolaan informasi dan pengetahuan yang berkualitas. Oleh karena itu, Rektor UMI berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum bagi seluruh pustakawan untuk terus meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan integritas sehingga mampu menghadirkan layanan perpustakaan yang inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan UMI sebagai perguruan tinggi unggul, berdaya saing global, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.

Bimbingan teknis ini menghadirkan tiga narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang kepustakawanan, yaitu Prof. Dr. Ir. H. Zakir Sabara HW., S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng. selaku Wakil Rektor II Universitas Muslim Indonesia, Dr. Iskandar, S.Sos., M.M. selaku Pustakawan Universitas Hasanuddin, dan Syamsul Arif, S.Sos., M.P. selaku Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan sekaligus Ketua Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Provinsi Sulawesi Selatan.

Dalam materinya yang berjudul “Peran Pustakawan dan Jabatan Fungsional di Era Artificial Intelligence (AI)”, Prof. Dr. Ir. H. Zakir Sabara HW., S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng. menegaskan bahwa perpustakaan di era modern bukan lagi sekadar tempat penyimpanan buku, melainkan sebagai penjaga memori institusi yang bertanggung jawab melestarikan karya ilmiah, sejarah, dan identitas universitas. Beliau menjelaskan bahwa perkembangan AI harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan, bukan dipandang sebagai ancaman bagi profesi pustakawan. Meskipun AI mampu membantu berbagai pekerjaan teknis, seperti merangkum, menerjemahkan, dan mengolah informasi, AI tidak dapat menggantikan etika, kebijaksanaan, kemampuan analisis, serta nilai-nilai profesional yang dimiliki pustakawan. Oleh karena itu, pustakawan dituntut untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, berperan sebagai navigator informasi, konsultan informasi, mitra dosen, dan pendamping mahasiswa, sekaligus meningkatkan kompetensi melalui jabatan fungsional yang merupakan bentuk pengakuan atas kontribusi, inovasi, produktivitas, dan manfaat nyata bagi institusi dalam mendukung transformasi digital Universitas Muslim Indonesia.

Sementara itu, Syamsul Arif, S.Sos., M.P. memberikan materi terkait “Inpassing & Penyusunan Jabatan Fungsional Pustakawan & Asistn Perpustakaan”. Adapun Dr. Iskandar, S.Sos., M.M. memaparkan materi “Teknik Penyusunan Bukti Kerja & Perhitungan Beban Kerja Jabatan Fungsional Pustakawan dan Asisten Perpustakaan Menurut Peraturan Perpusnas RI No.6 Th.2023”.

Melalui sesi pemaparan materi dan diskusi interaktif, para peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pengembangan jabatan fungsional pustakawan, pemanfaatan teknologi dalam layanan perpustakaan, serta strategi peningkatan kualitas layanan informasi yang inovatif dan berorientasi pada kebutuhan pengguna. Selain menjadi forum peningkatan kompetensi, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi dan jejaring antar pustakawan dalam mendukung transformasi perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia.

Melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis Jabatan Fungsional Pustakawan ini, Perpustakaan Utsman Bin Affan Universitas Muslim Indonesia kembali menegaskan komitmennya sebagai pusat pengembangan literasi, informasi, dan pengetahuan yang terus mendorong peningkatan profesionalisme pustakawan. Diharapkan kegiatan ini mampu melahirkan pustakawan yang kompeten, inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu memberikan layanan informasi yang berkualitas guna mendukung terwujudnya Universitas Muslim Indonesia sebagai perguruan tinggi unggul, berdaya saing global, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.

writer: Adipar

Photo & Publish : Fajaeruddin

Makassar – Perpustakaan Utsman Bin Affan Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi literasi informasi pemustaka melalui penyelenggaraan Seminar Ilmiah SKDI Fakultas Kedokteran UMI dalam Rangka Kelas Literasi Lanjutan dan Mendeley. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 11 Juli 2026, bertempat di Auditorium Teleconference Lantai 5 Fakultas Kedokteran UMI, dan diikuti oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran UMI.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Fakultas Kedokteran UMI, Dr. dr. Nasrudin A. M., Sp.OG(K), MARS, M.Sc., FISQUA, AIFO-K, yang menyampaikan apresiasi kepada Perpustakaan Utsman Bin Affan UMI atas terselenggaranya program literasi yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan penelitian mahasiswa. Dalam sambutannya disampaikan bahwa penguasaan literasi informasi serta manajemen referensi merupakan kompetensi yang sangat dibutuhkan mahasiswa dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan berintegritas.

Selanjutnya, Kepala Perpustakaan Utsman Bin Affan UMI, apt. Rachmat Kosman, S.Si., M.Kes., memberikan sambutan sekaligus secara resmi membuka kegiatan seminar. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Perpustakaan Utsman Bin Affan UMI terus berupaya menghadirkan berbagai program literasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi dan kebutuhan akademik. Melalui Kelas Literasi Lanjutan dan Mendeley, perpustakaan berharap mahasiswa tidak hanya mampu menemukan sumber informasi ilmiah yang kredibel, tetapi juga dapat mengelola referensi secara sistematis dan menerapkan etika akademik dalam setiap karya ilmiah.

Kegiatan dipandu oleh Suci Noviyah Ansyary, S.Farm., M.Pharm.Sci. selaku MC. Materi disampaikan oleh Adipar, S.I.P., M.M., selaku Pustakawan UMI.

Pada sesi materi, peserta memperoleh pembahasan mengenai teknik penelusuran literatur ilmiah melalui berbagai basis data elektronik, pemanfaatan Boolean Logic untuk menghasilkan pencarian yang lebih efektif, akses ke jurnal bereputasi internasional seperti Springer dan Emerald, serta strategi memilih referensi yang relevan dan berkualitas.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan penggunaan Mendeley sebagai aplikasi manajemen referensi, mulai dari instalasi, pembuatan akun, pengelolaan pustaka digital, integrasi dengan Microsoft Word, hingga praktik sitasi dan penyusunan daftar pustaka secara otomatis. Materi ini diharapkan dapat membantu mahasiswa menyusun karya ilmiah secara lebih efisien, akurat, dan sesuai dengan kaidah akademik.

Seminar berlangsung secara interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Sesi diskusi dan praktik langsung dimanfaatkan mahasiswa untuk berkonsultasi mengenai kendala dalam pencarian referensi, penggunaan Mendeley, serta teknik sitasi yang benar untuk menghindari plagiarisme.

Melalui penyelenggaraan Seminar Ilmiah SKDI Fakultas Kedokteran UMI dalam Rangka Kelas Literasi Lanjutan dan Mendeley, Perpustakaan Utsman Bin Affan UMI menegaskan perannya sebagai pusat layanan informasi yang tidak hanya menyediakan koleksi dan akses sumber ilmiah, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan kompetensi literasi informasi sivitas akademika. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas penulisan karya ilmiah mahasiswa sekaligus memperkuat budaya akademik dan riset di lingkungan Universitas Muslim Indonesia.

Makassar – Perpustakaan Utsman Bin Affan Universitas Muslim Indonesia (UMI) menerima kunjungan Tim Asesor Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pustakawan dalam rangka pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Pustakawan. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya meningkatkan profesionalisme pustakawan melalui pengakuan kompetensi yang sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) serta mendukung peningkatan mutu layanan perpustakaan di lingkungan Universitas Muslim Indonesia.

Acara dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Muslim Indonesia, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H. Dalam sambutannya, Rektor UMI menyampaikan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan langkah strategis dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan profesional, khususnya di bidang kepustakawanan. Menurutnya, perpustakaan sebagai pusat informasi dan pengetahuan memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sehingga pustakawan dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi informasi.

Rektor UMI juga mengapresiasi terselenggaranya kegiatan sertifikasi kompetensi ini sebagai bentuk komitmen Universitas Muslim Indonesia dalam mendukung pengembangan karier pustakawan. Beliau berharap seluruh peserta dapat mengikuti proses asesmen dengan baik serta menjadikan sertifikasi ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada sivitas akademika.

“Kompetensi pustakawan harus terus ditingkatkan agar mampu memberikan layanan informasi yang profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjawab kebutuhan pengguna perpustakaan di era digital. Sertifikasi ini menjadi bukti komitmen UMI dalam menghasilkan tenaga profesional yang berdaya saing nasional maupun internasional,” ujar Rektor UMI saat membuka kegiatan.

Tim asesor yang hadir berasal dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pustakawan, yaitu Ardita Dwi Anggraeni, S.Hum dan Lilik Istiqoriyah, S.Ag. M.Hum. Kedua asesor bertugas melaksanakan asesmen kompetensi terhadap pustakawan peserta sertifikasi melalui tahapan verifikasi portofolio, observasi praktik kerja, wawancara, dan penilaian bukti kompetensi sesuai dengan skema sertifikasi yang telah ditetapkan.

Kepala Perpustakaan Utsman Bin Affan UMI, Apt. Rachmat Kosman, S.Si., M.Kes., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada LSP Pustakawan atas kerja sama yang telah terjalin dalam penyelenggaraan sertifikasi kompetensi di Perpustakaan UMI. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya pustakawan agar mampu memberikan layanan yang profesional, inovatif, dan sesuai dengan tuntutan perkembangan perpustakaan modern.

Pelaksanaan sertifikasi kompetensi diikuti oleh 10 pustakawan yang menunjukkan bagian dari komitmen Perpustakaan Utsman Bin Affan UMI dalam mendukung transformasi perpustakaan menuju layanan berbasis digital, peningkatan kualitas tata kelola, serta penguatan budaya kerja yang profesional. Dengan adanya sertifikasi kompetensi, diharapkan pustakawan UMI memperoleh pengakuan kompetensi secara nasional sehingga semakin siap menghadapi tantangan dunia kepustakawanan yang terus berkembang.

Melalui kegiatan ini, Universitas Muslim Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan kompetensi tenaga kependidikan, khususnya pustakawan, sebagai garda terdepan dalam penyediaan informasi ilmiah, pengelolaan pengetahuan, dan peningkatan kualitas layanan perpustakaan guna mendukung pencapaian visi UMI sebagai Universitas Unggul yang berdaya saing global dan berlandaskan nilai-nilai Islam.

Makassar, 10 Juni 2026 – Perpustakaan Utsman Bin Affan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar menggelar Rapat Penyusunan Draft Rancangan Peraturan Rektor Universitas Muslim Indonesia tentang Serah Simpan Karya Ilmiah dan Repository Universitas. Kegiatan ini berlangsung di Aula Pertemuan Lantai 2 Perpustakaan UMI dan dihadiri oleh Kepala Perpustakaan, panitia penyusunan, serta para pustakawan di lingkungan Perpustakaan Utsman Bin Affan UMI.

Rapat ini merupakan bagian dari upaya penguatan tata kelola pengelolaan karya ilmiah sivitas akademika Universitas Muslim Indonesia. Penyusunan rancangan peraturan tersebut diharapkan dapat menjadi landasan hukum yang jelas dalam proses serah simpan karya ilmiah serta pengembangan repository universitas sebagai pusat penyimpanan, pelestarian, dan diseminasi hasil penelitian serta karya akademik yang dihasilkan oleh dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan.

Dalam arahannya, Kepala Perpustakaan Utsman Bin Affan UMI menegaskan pentingnya keberadaan regulasi yang komprehensif untuk mendukung pengelolaan repository institusi yang lebih efektif dan terintegrasi. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi dan tuntutan keterbukaan akses terhadap informasi ilmiah menuntut perguruan tinggi untuk memiliki sistem pengelolaan karya ilmiah yang tertata dan berkelanjutan.

Selama rapat berlangsung, peserta membahas berbagai substansi penting yang akan dimuat dalam rancangan peraturan, di antaranya mekanisme penyerahan karya ilmiah, standar penyimpanan dokumen digital, hak akses pengguna, perlindungan hak cipta, hingga pemanfaatan repository sebagai sarana peningkatan visibilitas karya ilmiah Universitas Muslim Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

Diskusi berlangsung secara aktif dan konstruktif dengan melibatkan berbagai masukan dari panitia penyusunan dan pustakawan. Berbagai pandangan dan usulan yang disampaikan menjadi bahan penyempurnaan draft rancangan peraturan sebelum diajukan pada tahapan pembahasan selanjutnya.

Melalui kegiatan ini, Perpustakaan Utsman Bin Affan UMI menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi digital perguruan tinggi serta penguatan budaya akademik yang berbasis pada pengelolaan informasi ilmiah yang profesional, akuntabel, dan berkelanjutan. Diharapkan, Peraturan Rektor tentang Serah Simpan Karya Ilmiah dan Repository Universitas Muslim Indonesia nantinya dapat menjadi pedoman yang efektif dalam mendukung pengembangan ekosistem penelitian dan publikasi ilmiah di lingkungan UMI.

Kegiatan rapat ditutup dengan kesepakatan untuk melakukan penyempurnaan draft berdasarkan hasil pembahasan dan masukan peserta, sehingga rancangan peraturan yang dihasilkan dapat mengakomodasi kebutuhan institusi serta mendukung peningkatan kualitas layanan repository Universitas Muslim Indonesia.

IMPLEMENTASIKAN TUKAR MENUKAR KOLEKSI

Upaya memperluas akses informasi dan memperkuat ekosistem literasi terus dilakukan oleh Perpustakaan Utsman bin Affan Universitas Muslim Indonesia. Hal ini diwujudkan melalui implementasi tukar menukar koleksi bersama IAIN Parepare, yang menjadi fokus utama dalam kegiatan literasi di Kota Cinta Habibie–Ainun.

Kegiatan ini merupakan pengembangan dari program Gerakan Literasi Perpustakaan UMI yang kini tidak hanya menyasar sekolah, tetapi juga memperluas jejaring layanan antarperpustakaan perguruan tinggi. Melalui skema ini, kedua institusi saling membuka akses koleksi bagi sivitas akademika masing-masing, sehingga pemanfaatan sumber informasi menjadi lebih luas dan optimal.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi diskusi antara pengelola perpustakaan UMI dan pihak IAIN Parepare. Pembahasan difokuskan pada mekanisme teknis pelaksanaan tukar menukar koleksi, mulai dari sistem peminjaman, akses koleksi digital, hingga penguatan layanan berbasis teknologi informasi.

Secara khusus, Koleksi buku yang dimaksud meliputi karya Ketua Yayasan Wakaf UMI, Rektor Universitas Muslim Indonesia, Rektor IAIN Parepare, serta jajaran pimpinan lainnya. Koleksi tersebut berisi pemikiran, gagasan, dan kontribusi akademik yang dapat menjadi referensi sekaligus sumber inspirasi bagi mahasiswa dan dosen. Melalui langkah ini, karya-karya pimpinan kampus dapat diakses lebih luas oleh sivitas akademika di kedua institusi.

Perwakilan Perpustakaan UMI menyampaikan bahwa tukar menukar koleksi tidak hanya sebatas berbagi koleksi, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan karya intelektual pimpinan kampus kepada lingkungan akademik yang lebih luas, serta mendorong penguatan budaya literasi dan menulis.

Pihak IAIN Parepare menyambut baik kegiatan ini sebagai bagian dari upaya mendukung kegiatan akademik dan penelitian. Akses terhadap buku-buku karya pimpinan dinilai memberikan nilai tambah karena menghadirkan perspektif kepemimpinan dan pemikiran strategis dalam dunia pendidikan tinggi.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Perpustakaan UMI juga menghadirkan layanan perpustakaan keliling di lingkungan kampus IAIN Parepare. Layanan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengakses berbagai bahan bacaan secara langsung, meskipun fokus utama kegiatan tetap pada pelaksanaan tukar menukar koleksi.

Parepare, yang dikenal sebagai Kota Cinta Habibie–Ainun, kembali menjadi ruang tumbuhnya semangat literasi generasi muda melalui kegiatan Gerakan Literasi Perpustakaan UMI Goes to School yang dilaksanakan oleh Perpustakaan Utsman bin Affan Universitas Muslim Indonesia pada Senin, (27/04/2026). Mengusung semangat “SMK Bisa”, kegiatan ini menegaskan bahwa pelajar vokasi tidak hanya unggul dalam keterampilan, tetapi juga kuat dalam literasi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Perpustakaan UMI dalam memperluas akses literasi dan meningkatkan budaya baca di kalangan pelajar. Program Goes to School tidak hanya menghadirkan perpustakaan sebagai pusat informasi di lingkungan kampus, tetapi juga membawa layanan literasi langsung ke sekolah-sekolah sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung penguatan pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Rombongan tim Perpustakaan Utsman bin Affan UMI disambut hangat oleh civitas akademika SMKN 3 Parepare. Sejak awal kegiatan, suasana berlangsung dinamis dan interaktif. Para siswa menunjukkan antusiasme tinggi, tidak hanya sebagai peserta pasif, tetapi juga aktif berdiskusi, bertanya, dan berbagi pengalaman terkait kebiasaan membaca dan pemanfaatan informasi.

Kehadiran layanan perpustakaan keliling menjadi salah satu daya tarik utama dalam kegiatan ini. Siswa diberikan kesempatan untuk mengakses langsung berbagai koleksi bacaan yang relevan dengan bidang keahlian mereka, mulai dari buku pengembangan diri, literatur kejuruan, hingga referensi digital. Hal ini memberikan pengalaman baru bagi siswa dalam menjadikan membaca sebagai bagian dari pengembangan kompetensi diri.

Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini dirancang secara aplikatif dan kontekstual, meliputi pengenalan literasi informasi, strategi penelusuran sumber terpercaya, serta pemanfaatan sumber belajar digital secara efektif. Penekanan juga diberikan pada pentingnya kemampuan berpikir kritis dalam menyaring informasi, terutama di tengah arus informasi digital yang semakin masif.

Pihak SMKN 3 Parepare menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Program seperti ini dinilai mampu memperkuat karakter siswa sebagai pembelajar sepanjang hayat, sekaligus meningkatkan kesiapan mereka menghadapi tantangan dunia industri dan teknologi.

Perwakilan Perpustakaan UMI menegaskan bahwa program Gerakan Literasi Perpustakaan Goes to School akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak sekolah, termasuk sekolah kejuruan. Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dinilai menjadi kunci dalam membangun ekosistem literasi yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing.

Dengan semangat “SMK Bisa” yang berpadu dengan inspirasi Kota Cinta Habibie–Ainun, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menanamkan budaya literasi sejak dini. Lebih dari itu, kegiatan ini juga memperkuat peran perpustakaan sebagai agen perubahan dalam dunia pendidikan, yang tidak hanya menyediakan informasi, tetapi juga membentuk generasi yang cerdas, kritis, dan siap menghadapi masa depan.

Penulis : Adipar

Photo : Fajeruddin